Pertemuan lanjutan Forum Komunikasi Nelayan Rajungan Nusantara dilakukan pada tanggal 16 Oktober 2020 secara daring yang dihadiri oleh tim kecil yang terdiri dari tujuh orang anggota dan pendamping.
Tujuan dari pertemuan ini adalah melanjutkan agenda yang belum terselesaikan pada saat Rembug Anggota pada tanggal 30 September 2020. Beberapa hal yang belum disepakati terkait kelengkapan organisasi Forum antara lain Penetapan Tim Koordinasi Nasional dan Simpul Jaringan, lokasi sekretariat nasional, penetapan logo dan singkatan nama Forum.
Harapannya, pertemuan kali ini akan menghasilkan konsensus sehingga Forum dapat melangkah lebih jauh guna memnuhi kelengkapan legalisasi organisasi.
Pemilihan calon ketua yang tertunda pada Rembug Anggota telah dilanjutkan melalui media WhatsApp (WA) forum dan telah memberikan pilihan mayoritas kepada Bpk Mustain dari Jepara sebagai Koordinator Nasional. Selanjutnya suara terbanyak kedua didapatkan oleh Bpk Nur Alimin dari Demak dan pilihan selanjutnya diberikan kepada Bpk Lukman Nulhakim dari Tulang Bawang. Dengan demikian, Bpk Nur Alimin akan ditunjuk sebagai Sekretaris Umum dan Bpk Lukman agan diberikan amanah sebagai Bendahara Forum.
Dalam tanggapannya, Bpk Mustain bersedia untuk diberikan tanggung jawab sebagai Ketua atau Koordinator nasional dan berterima kasih kepada para anggota atas kepercayaannya. Menurutnya, amanah yang diberikan tentu saja berat jika hanya dipikul olehnya sendiri sehingga beliau sangat mengharapkan dukungan dan bantuan dari semua anggota dan pendamping untuk bisa membawa forum sebagai media komunikasi nelayan rajungan dan saluran bersuara ke pemerintah terkait isu rajungan bagi para nelayan di Indonesia sehingga menjadi lebih baik dan mandiri.
”Kami merasa masih dalam tahap belajar sehingga dengan adanya forum ini, saya yakin tidak akan mewakili diri sendiri tapi kita bisa secara bersama-sama maju. Jika diibaratkan sebagai sebuah kapal, maka forum ini adalah kapal kita bersama. Saya sangat berharap kepada teman-teman semua, jika semua sudah naik ke kapal ini dan jika suatu saat ada bocornya, kita bisa sama-sama menempel bocor tersebut sehingga kita tidak sama-sama tenggelam. Ini harapan saya ke depan” tutupnya.
Untuk Koordinator Simpul Wilayah, nantinya pengurus inti akan berkomunikasi dengan para anggota yang berada di masing-masing daerah dibantu oleh pendamping untuk memilih representasi di tiap daerah sebagai Koordinator Simpul.
Lokasi Sekretariat Nasional kemudian disepakati berada di wilayah Jepara yang merupakan domisili dari ketua terpilih. Selanjutnya, pengurus inti akan berkoordinasi untuk menyiapkan segala kebutuhan dokumen persyaratan untuk proses legalisasi Lembaga.
Adapun untuk logo, peserta sepakat mengelaborasi beberapa logo yang sudah diusulkan oleh para anggota nelayan yang sebelumnya dilakukan melalui sayembara. Dengan bantuan pendamping dalam meracik tata letak, hasil akhir desain akhirnya disepakati.
Setelah diskusi panjang terkait singkatan dari nama perkumpulan, para peserta pada akhirnya sepakat untuk menggunakan nama “Forkom Nelangsa” sebagai kependekan dari Forum Komunikasi Nelayan Rajungan Nusantara. Alasan pemilihan nama yang terkesan sedikit nyeleneh ini adalah lebih mudah diingat, dikenal, serta unik tentunya. Selain itu, “nelangsa” yang berasal dari Bahasa Jawa dianggap memiliki arti filosofis bahwa ada makna keberkahan dan kesyukuran dibalik beratnya (“nelangsa”-nya) sebuah peristiwa. Hal ini menjadi motivasi bagi para pengurus dan anggota untuk melangkah lebih maju bagi kehidupan nelayan dengan tetap memberikan sumbangsih bagi pengelolaan rajungan yang berkelanjutan.